Laporan Best Practice

LK 3.1 Menyusun Best Practices Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran Lokasi SD Negeri 2 Kedungpomahan Lingkup Pendidikan Sekolah Dasar Tujuan yang ingin dicapai Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Penulis Dwi Heni Untari,S.Pd. Tanggal 12 Oktober 2022 Situasi: Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini. Motivasi belajar ini sangat dibutuhkan pada jenjang belajar peserta didik di sekolah dasar. De Decce & Grawford mengatakan bahwa motivasi belajar siswa harus senantiasa ditumbuhkan dan dipelihara pada diri siswa sebagaimana fungsi dari motivasi belajar yaitu guru harus dapat membangkitkan semangat siswa dalam belajar, memberikan harapan yang nyata, memberi insentif, dan mengarahkan siswa pada perilaku yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan (dalam Djamarah, 2011). Akan tetapi, hal yang terjadi di lapangan bahwa motivasi setiap siswa berbeda-beda, motivasi instrinsik dan ekstrinsik setiap siswa memang muncul keduanya akan tetapi memiliki kecenderungan atau proporsi yang berbeda. Dengan demikian, guru harus mencari berbagai strategi untuk dapat membantu dan mendorong siswa agar mampu belajar secara aktif di kelas. Berdasarkan hasil pengamatan motivasi siswa diperoleh hasil bahwa : 1. 50% siswa kurang semangat dalam mengikuti pelajaran Pendidikan Pancasila 2. 30% siswa mengalami putus asa ketika tidak bisa mengerjakan soal. 3. 43% siswa menyerah jika mendapatkan nilai yang jelek pada suatu mata pelajaran. 4. 50% siswa masih malas belajar. 5. 93% suka bermain games pada pelajaran. 6. 100% suka diberi hadiah atau pujian dalam pembelajaran. Tantangan : Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat, Tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran yaitu : 1. Siswa belum terbiasa melakukan presentasi. 2. Waktu untuk menyelesaikan project melebihi batas waktu yang ditentukan. 3. Beberapa siswa masih malu untuk berpendapat, hanya beberapa siswa saja yang dominan dalam berpendapat. 4. Belum adanya kegiatan penanaman nilai nilai kehidupan 5. Belum ada variasi posisi dalam mengajar, guru masih hanya berdiri di depan kelas. Adapun pihak yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu kepala sekolah, rekan guru, dan pakar sebagai narasumber saat penentuan penyebab masalah sampai dengan penentuan solusi dan memberikan motivasi. Dosen pembimbing dan guru pamong, membimbing penyusunan perangkat pembelajaran, memberikan saran dan masukan terhadap praktik pembelajaran. Siswa berperan sebagai objek dalam praktik pembelajaran. Aksi : Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini Aksi yang saya lakukan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa mata pelajaran Pendidikan Pancasila yaitu dengan menggunakan model pembelajaran PjBL dengan pembuatan Pop Up Book, media Power point, games interaktif . Penerapannya adalah sebagai berikut : Dengan menggabungkan beberapa solusi yang relevan diharapkan dapat mengatasi masalah. Langkah-langkah penerapannya : 1. Penentuan pertanyaan mendasar. Guru merangsang peserta didik untuk bertanya dengan menampilkan power point yang berisi gambar tentang Kebudayaan Indonesia . Jika jawabanya benar, peserta didik diberikan pujian. Penempatan power point pada tahap ini bertujuan agar siswa tertarik untuk menjawab pertanyaan dan tertarik dengan proyek yang akan dilakukan. 2. Mendesain perencanaan proyek. Guru memberikan aturan dan cara mengerjakannya proyek, dan bisa dibantu dengan tampilan power point. Pada tahap ini power point digunakan untuk menampilkan aturan dan LKPD yang harus diisi siswa. 3. Menyusun jadwal. Guru dan peserta didik sepakat tentang jadwal penyelesaian proyek, seperti berapa lama waktu membuat Pop Up Book. 4. Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek. Peserta didik membuat proyek Pop up book. Guru memantau keaktifan dan memotivasi peserta didik selama melaksanakan proyek. 5. Menguji/penilaian hasil. Sebelum menguji penilaian hasil, ada games interaktif yang ditampilkan pada power point. Game interaktif berisi tentang gambar rumah adat, suku, pakaian. Guru memberi reward. Mengevaluasi pengalaman. Guru memberikan penguatan dan menyimpulkan pembelajaran bersama peserta didik. Langkah yang dilakukan untuk mengatasi tantangan tersebut yaitu : 1. Beberapa siswa masih malu untuk berpendapat, hanya beberapa siswa saja yang dominan dalam berpendapat. Langkah yang dilakukan yaitu dengan membimbing siswa untuk aktif dalam kerja kelompok serta memberikan kesempatan kepada yang malu berpendapat untuk mengemukakan pendapat dengan cara menunjuk siswa. 2. Siswa belum terbiasa melakukan presentasi. Siswa diberikan penjelasan cara melakukan presentasi, dan diberikan contoh kalimat yang harus disampaikan ketika presentasi. Serta memberikan apresiasi pada presentasi yang dilakukan siswa meskipun belum lancar. 3. Waktu untuk menyelesaikan project melebihi batas waktu yang ditentukan. Sebaiknya beberapa tahap penyelesaian proyek dikerjakan sebelum pembelajaran, sehingga waktunya lebih singkat dan efisien. 4. Belum ada variasi posisi dalam mengajar, guru masih hanya berdiri di depan kelas. Pada kegiatan pertemuan 2 guru tidak hanya duduk di depan saja ketika menayangkan video, akan tetapi ikut menyaksikan dari arah belakang siswa. Selain itu, guru berkeliling ketika siswa melakukan kegiatan diskusi. Pihak yang terlibat dalam praktik pembelajaran yaitu: 1. Kepala Sekolah, yang selalu mendukung kegiatan praktik yang dilaksanakan, mengamati proses pembelajaran melalui video. 2. Rekan guru, yang selalu membantu dalam merekam proses pembelajaran serta mengamati pembelajaran. 3. Dosen dan guru pamong yang selalu memberikan masukan terhadap proses pembelajaran melalui rekaman video. Adapun sumber daya yang diperlukan yaitu menggunakan alat seperti LCD proyektor, laptop, speaker, handphone. Praktik ini juga memanfaatkan buku, bahan ajar, dan media pembelajaran. Berikut ini link video pembelajaran PPL aksi 1 pertemuan 1 https://drive.google.com/file/d/1aWM0l0Gd4f4v2wKiQEs5MbChAbn3ISgI/view?usp=sharing Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut Dampak dari penggunaan model pembelajaran Project Based Learning dengan media power point, game interaktif dan pemberian pujian yaitu siswa menjadi lebih termotivasi dan semangat dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Berdasarkan penilaian yang dilakukan, pada PPL 1 dari 15 siswa ada 75% yang sangat termotivasi dan 25% cukup termotivasi. Dari hasil pengamatan pembelajaran sikap siswa sudah menunjukkan bahwa : 1. Siswa lebih semangat menjawab pertanyaan dalam proses pembelajaran. 2. Siswa lebih ulet, serta mampu menghadapi rintangan dan kesulitan untuk mencapai tujuan; 3. Sikap siswa terhadap tujuan belajar, yaitu tertarik terutama dalam menjawab soal pada permainan, Pada kegiatan pembelaran ini, guru menjadi bertambah ilmu bahwa motivasi siswa dapat berasal dari faktor eksternal yang bisa diubah dengan pembuatan strategi pembelajaran yang menyenangkan. Misalnya dengan menerapkan model pembelajaran yang berpusat pada siswa (model PjBL), menggunakan media yang menarik berbasis IT (contohnya media power point), menerapkan game edukatif yang berkaitan dengan pembelajaran dan memberikan pujian atau reward. Respon dari kepala sekolah, rekan guru dan siswa pun juga sangat baik terhadap penerapan solusi terpilih dalam masalah siswa kurang termotivasi dalam pembelajaran. Kepala sekolah dan guru berpendapat bahwa praktik pembelajaran memberikan dampak positif bagi siswa dan sekolah. Faktor keberhasilan dari penerapan solusi ini yaitu: 1. Adanya persiapan yang cukup dalam merancang pembelajaran, membuat RPP, media, bahan ajar, LKPD serta kisi-kisi instrumen dan rubrik penilaian sehingga pelaksanaan pembelajaran berjalan lancar. 2. Dukungan dari kepala sekolah dan rekan guru dalam memotivasi serta tersedianya sarana dan prasana yang mendukung pembelajaran. 3. Dukungan dari dosen dan guru pamong dalam membimbing penyusunan perangkat serta praktik pembelajaran. Antusiasme siswa dalam pembelajaran karena penggunaan model Project Based Learning, game interaktif dan media Power Point masih jarang diterapkan, sehingga membuat siswa menjadi lebih tertarik saat model dan media tersebut digunakan dalam pembelajaran.

Komentar